click

Date: 1/28/2009

RED ZONE

Tak ada lagi kini, kasur empuk kamar hangat pembuai mimpi. Tak ada lagi kini roman roman yg kan ku taburkan di jelang malam ketika kau berangkat ke peraduan. Kini kau tak kan dengar lagi aku mainkan lagu lawas yg membiusmu meratapi kerinduanmu padaku. dan aku pun... tak kan lagi kompromi dg air mata isak haru tangis pilu-ku. Ku keringkan air mataku, Ku keras keras kan hati, ku berani beranikan diri, ku gigit sendiri luka nyeri bibirku memar membiru , Ku PAcu semangatku, kan kau dengar gemeretak tulang rahang geraham kukatupkan. Aku siap sekarang, menjalani setiap jengkal kemungkAnan kenyataan. sekarang bukan lagi saatnya bersenandung lagu cinta, karna kan ku teriakkan lagu perang... dapat kau lihat kini, nyala mataku kilatan berkah intifada, dan pahit asap cerutu che guevara bersatu dg aroma nafasku. Kini... pilihanku adalah, membunuh atau terbunuh oleh kejam tirani zaman... siapa peduli.... ini perangku! akan ku tikamkan sangkurku tepat di jantung sang waktu, akan ku tawan ketidak berdayaan. ini mungkin sedikit berlebihan... tapi kenyataanlah yang memaksa tanpa beri aku pilihan... Rawe2 Rantas, Malang2 Tuntas


Comments (1)
Blogs
Main